Kamis, 30 Oktober 2014
Lagi dan lagi, belajar materi kuliah memang sebaiknya dicicil sedini
mungkin, bila perlu setiap hari. Apa salahnya? Toh dalam rangka mencari ilmu
kan? yang katanya buat jihad ilmiy gitu. budaya SKS seharusnya sudah jauh-jauh
hari tidak diberlakukan lagi. Namun apalah daya, 1001 alasan senantiasa
menanti, membatasi diri agar tak perlu terlalu terburu, terlalu serius, atau
bagaimanalah menyebutnya. Santaiii, sampai terbuai dan lupa bahwa ujian tinggal
hitungan hari lalu jam menit detik dan berlalu dengan penyesalan dalam hati.
Namun lagi
dan lagi, aku belajar dalam naungan SKS lagi, bahkan malah SKSS (Sistem Kebut
Setelah Subuh). -_-'
Pengamen (Pengantar Manajemen), buku kuning itu, setengah hati aku
membacanya. Meski pada akhirnya bisa selesai dalam sehari. 2 BAB pertama malam
hari, sisanya –sepertinya tidak bisa disebut sisa- 5 BAB yang lain di pagi
hari. Ya, untungnya ujian Pengamen mulai pukul setengah empat sore. Namun,
benar saja, terlalu mudah, terlalu mudah kalau hanya dengan dibaca langsung
bisa dipahami. Satu persatu kata yang terangkai dalam bait-bait kalimat mulai
mengalir keluar entah kemana. Hasilnya, ditanya tentang departementialisasi
saja tak tau kalau ada yang seperti itu di dunia ini. Selamat dari yang satu
ini, mata kuliah lain yang tak kalah krusial menanti.
Psinak (Psikologi Anak), Slidenya saja tebalnya bewh kali, isinya?
teori-teori dan teori lagi. Tak hanya harus diingat, namun juga wajib dipahami.
Baca 4 BAB sudah minta undur diri, 4 Babnya lagi? Niatnya sih dilanjutkan dini
hari. Namun bagaimanalah, mata terbuka tepat pukul 5 pagi. Yah, mau bagaimana
lagi. Dibaca seadanya, sebisanya. Hasilnya, Teori pembelajaran sosial terbalik
sama teori Behaviorisme-nya Skinner. Aduuuuhh, maafkanlah aku pak Bandura, pak
Skinner. Lupa aku kalian pernah ngomong apa aja. Tapi yasudahlah..
Ekokel (Pengantar Ekologi Keluarga), bahannya sih dikit, dikit bener.
Intinya, hubungan timbal balik keluarga dengan lingkungannya. Namun, apakah
kemudian menjadi sesederhana intinya? Tidaaaaak! Abstraknya ilmu ini menusuk
hingga ke hati, liat penjelasan slide dalam bahasa inggris, buka catetan juga
bahasa inggris. Ya Allah, mikir apa kamu Yu waktu kuliah ini?. Waktu ujian,
soalnya lagi-lagi menohok hati. Jangan tanya tentang jawaban, lah sama soal aja
aku salah paham. T_T
2 Ujian terakhir, lihat materi masih menumpuk kesana-kemari. Ingin
rasanya tak peduli, tapi untungnya akal sehat masih mau menasehati. Jenuh
sebenernya, makanya muncul tulisan ini.
Cek WA ada
yang lagi nyemangatin supaya ngga ngeluh, duuhh jadi inget janji.
Lelah menggelayuti setiap sendi tubuh,
namun ku tlah berjanji tuk takkan lagi mengeluh,
berada di rantauan nun jauh,
dengan hanya sahabat dan teman tempat berjenuh,
menjadikan semangat untukku terus bersungguh,
agar bisa kembali dengan ilmu yang penuh.
Lelah menggelayuti setiap sendi tubuh,
namun ku tlah berjanji tuk takkan lagi mengeluh,
berada di rantauan nun jauh,
dengan hanya sahabat dan teman tempat berjenuh,
menjadikan semangat untukku terus bersungguh,
agar bisa kembali dengan ilmu yang penuh.
Oke deh,
“boleh jenuh, asal ngga keterusan sampe jadi ngeluh” ;)
“boleh jenuh, asal ngga keterusan sampe jadi ngeluh” ;)
